Efektifitas Model pembelajaaran kuantum dalam pembelajaran sains
Efektifitas
Model pembelajaaran kuantum dalam pembelajaran sains
Menurut Shoimin, (2014), di dalam pembelajaran quantum dikenal adanya Kerangka rancangan belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR, diantaranya
:
1. Tumbuhkan
Tahap menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Melalui tahap ini, guru berusaha mengikutsertakan siswa dalam proses belajar. Motivasi yang kuat membuat siswa tertarik untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Tahap tumbuh bisa dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari, menampilkan suatu gambaran atau benda nyata, cerita pendek atau video.
2. Alami
Alami merupakan tahap ketika guru menciptakan atau mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti semua siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. Selain itu, tahap ini juga untuk mengembangkan keinginantahuan siswa. Tahap alami bisa dilakukan dengan mengadakan pengamatan.
3. Namai
Tahap namai merupakan tahap memberikan kata kunci, konsep, model, rumus, atau strategi atas pengalaman yang telah diperoleh siswa. Dalam tahap ini siswa dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang telah dilewati. Tahap penamaan memacu struktur kognitif siswa untuk memberikan identitas, menguatkan, dan mendefinisikan atas apa yang telah dialaminya. Proses penamaan dibangun atas pengetahuan awal dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan merupakan saat untuk mengajarkan konsep kepada siswa. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadi sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat digunakan susunan gambar, warna alat bantu, kertas tulis, dan poster dinding.
4. Demonstrasikan
Tahap demontrasi memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupan mereka. Tahap ini menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menunjukan apa yang mereka ketahui. Tahap demonstrasi bisa dilakukan dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan.
5. Ulangi
Pengulangan akan memperkuat koneksi saraf sehingga menguatkan struktur kognitif siswa. Semakin sering dilakukan pengulangan, pengetahuan akan semakin mendalam. Bisa dilakukan dengan menegaskan kembali pokok materi pelajaran, memberi kesempatan siswa untuk mengulang pelajaran dengan teman lain atau melalui latihan soal.
6. Rayakan
Rayakan merupakan wujud pengakuan untuk menyelesaikan partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam ilmu pengetahuan. Bisa dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, dan bernyanyi bersama.
Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar).Dalam Shoimin (2014) prinsipprinsip yang digunakan dalam pembelajaran Quantum ada 5 macam:
1. Segalanya berbicara
Segala hal baik itu dari lingkungan kelas/sekolah hingga bahasa tubuh guru maupun siswa, lembar kerja yang dibagikan kepada siswa hingga rancangan pembelajaran, semua mengirim pesan tentang belajar dan mencerminkan pembelajaran yang dilaksanakan. Cara guru dalam bersikap pada setiap siswa ternyata juga mempengaruhi minat belajar siswa, siswa akan cenderung malas untuk mengikuti pelajaran karena secara emosional mereka merasa diperlakukan berbeda-beda
oleh guru mereka. Untuk meredam hal tersebut diharapkan pada guru untuk senantiasa bersikap
sama pada semua siswa, karena tentunya semua siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.
Guru hendaknya juga harus mampu memahami emosi setiap siswanya. Jika guru mampu memahami keadaan emosi tiap siswa dan mampu membangun ikatan emosional baik itu menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan dan menyingkirkan segala macam ancaman dari suasana belajar, maka hal tersebut dapat memepercepat pembelajaran dalam diri siswa.
2. Segalanya bertujuan
Hal ini mengandung arti bahwa semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengubah dan mengelola kelas mempunyai tujuan, yaitu agar siswa dapat belajar secara optimal untuk mencapai
prestasi yang tertinggi. Untuk itu dalam suatu komunitas belajar apabila ingin berjalan dengan optimal maka harus ada tujuan yang sama yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan yang dikehendaki tersebut guru diharapkan mampu mengkomunikasikan tujuan belajar itu pada siswa dengan baik dan penuh keyakinan. Agar tujuan belajar yang diharapkan bukan hanya guru saja yang mengusahakan, tapi siswa juga berperan sangat penting dalam mewujudkan tujuan belajarnya sesuai dengan kemampuan dan kecakapan siswa masing-masing. Guru berperan sebagai pelatih siswa
yang memantau dan memberikan semangat serta memberi umpan balik pada siswa mengenai kemajuan yang telah siswa lakukan.
3. Pengalaman sebelum pemberian nama
Proses belajar paling efektif terjadi ketika siswa telah mengalami dan memperoleh informasi ter
lebih dahulu apa yang akan dipelajarai sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. Ini diilhami bahwa tak akan berkembang pesat jika adanya rangsangan yang kompleks yang selanjutnya akan menggerakkan rasa keingintahuan. Pengalaman juga menciptakan pertanyaan mental yang harus dijawab, seperti, mengapa? Bagaimana? Apa? Jadi, pengalaman mebangun keingintahuan siswa, menciptakan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam benak siswa, mem
buat siswa penasaran dengan materi yang diajarkan (Deporter, 2014).
4. Akui setiap usaha
Setiap mengambil langkah belajar, siswa perlu mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka baik itu berupa pujian atas usaha mereka ataupun ungkapan penyemangat. Dalam pembelajaran quantum tidak dikenal istilah “gagal”, yang ada hanyalah hasil dan umpan balik.Setiap hasil adalah prestasi dan masing-masing akan menjadi umpan balik demi pencapaian hasil
yang tepat sebagaimana diharapkan. karena belajar diartikan sebagai usaha yang mengandung resiko untuk keluar dari zona kenyamanan untuk membongkar pengetahuan sebelumnya.
5. Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan
Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar. Segala sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya. Merayakan kerja keras siswa dalam belajar akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengawali peoses belajar mereka sendiri. Perayaan akan mengajarkan pada siswa mengenai motivasi yang hakiki tanpa insentif. Siswa akan menanti kegiatan belajar, sehingga pendidikan mereka lebih dari sekedar mencapai nilai tertentu, karena mereka tahu bahwa setiap langkah itu amat berarti (Deporter, 2014). Perayaan membangun keinginan untuk sukses, tidak lah sulit mewujudkan suatu perayaan atas keberhasilan siswa, bisa dengan cara sederhana yaitu dnegan Tepuk tangan, kejutan, pengakuan kekuatan, ataupun pujian.
Langkah-langkah dari pembelajaran Quantum:
1. Pengkondisian awal
Tahap ini dimaksudkan untuk menyiapkan mental siswa mengenai model pembelajaran kuantum yang menuntut keterlibatan aktif siswa. Melalui pengkondisian awal akan memungkinkan dilaksanakannya proses pembelajaran yang lebih baik. Kegiatan yang dilakukan dalam pengkondisian awal meliputi: penumbuhan rasa percaya diri siswa, motivasi diri, menjalin hubungan, dan ketrampilan belajar.
2. Penyusunan rancangan pembelajaran
Tahap ini sama artinya dengan dengan tahap persiapan dalam pembelajaran biasa. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah penyiapan alat dan pendukung lainnya, penentuan kegiatan selama proses belajar mengajar, dan penyusunan evaluasi.
3. Pelaksanaan metode pembelajaran kuantum
Tahap ini merupakan inti penerapan model pembelajaran kuantum. Kegiatan dalam tahap ini meliputi T-A-N-D-U-R: penumbuhan minat, pemberian pengalaman umum, penamaan
atau penyajian materi, demonstrasi tentang pemerolehan pengetahuan oleh siswa, pengulangan yang dilakukan oleh siswa, perayaan atas usaha siswa.
1) Penumbuhan minat (T= Tumbuhkan minat)
Dalam tahap ini, guru berperan penting dalam menumbuhkan minat belajar peserta didiknya, agar nantinya dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dari diri siswa sehingga mampu meningkatkan minat belajar dari peserta didik tersebut. Penumbuhan minat siswa untuk belajar dilakukan dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu mengkondisikan suasana kelas lebih rileks tetapi serius. Dapat dilakukan dengan cara rolling tempat duduk setiap
pertemuan, penempelan gambar-gambar, penampilan video (baik yang sesuai dengan
materi maupun video lain untuk menumbuhkan minat dan motivasi siswa), dsb.
2) Pemberian pengalaman umum (A= Alami)
Pada langkah ini guru memberikan kesempatan siswa untuk menceritakan pengalaman yang telah siswa alami terkait dengan materi yang akan diajarkan, sehingga ada motivasi dari siswa yang pernah mengenal materi tsb untuk lebih mengembangkan pengalamannya juga bagi
yang sama sekali belum pernah mengenal menjadi lebih tertarik dan tertantang untuk mem
pelajarinya. Selain itu guru memberikan tugas mandiri kepada siswa tentang materi yang
akan dipelajari dengan harapan siswa telah mempunyai pengalaman sebelum mengikuti pelajaran.
3) Penamaan atau penyajian materi (N= Namai)
Pada kegiatan ini guru menyampaikan materi yang akan dipelajari secara lengkap setelah siswa menceritakan pengalaman yang telah didapat, sehingga dalam penamaan siswa telah memiliki bekal dan penguasaan materi oleh siswa dapat lebih maksimal. Untuk menghindari kebosanan dan untuk menggali kemampuan siswa, dalam penyajian materi guru menggunakan metode ceramah bermakna dan guru hanya sebagai fasilitator
4) Demonstrasi pengetahuan siswa (D = Demonstrasi)
Demonstrasi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil tugas mandiri yang telah diberikan oleh guru sebelumnya, baik kepada teman kelompoknya maupun kepada seluruh siswa. Dengan cara ini, diharapkan rasa percaya diri siswa lebih meningkat karena diberi kesempatan untuk menunjukkan “hasil karyanya” (hasil tugas mandiri).
5) Pengulangan yang dilakukan oleh siswa (U = Ulangi)
Pengulangan dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulas kembali materi yang telah disampaikan oleh guru, caranya dengan bercerita kepada teman
kelompoknya, maupun kepada seluruh siswa. Dengan demikian siswa yang tidak memperhatikan guru saat mengajar dapat dihindari, karena setelah guru memberikan materi maka guru akan menunjuk salah seorang siswa untuk menjelaskan kembali materi yang telah diberikan dengan penjelasan dan atau dengan mempraktekan langsung.
6) Perayaan atas usaha siswa (R = Rayakan)
Perayaan merupakan salah satu bentuk motivasi yang dilakukan oleh guru dengan memberikan pujian kepada siswa yang berhasil maupun yang tidak berhasil menjawab pertanyaan dan tidak secara langsung menyalahkan jawaban siswa yang kurang tepat, selain itu perayaan dilakukan dengan melakukan tepuk tangan bersama-sama ketika jam pelajaran berakhir. Kondi
si ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar. Begitu pula jika ada yang tidak berhasil juga diberikan pujian atas usaha yang dilakukan agar tidak patah semangat dan lebih
giat lagi berlatih.
4. Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan terhadap proses dan produk untuk melihat keefektifan model
pembelajaran yang digunakan. Langkah-langkah pembelajaran metode pembelajaran ceram
ah bermakna dan dilaksanakan dengan tahap
- tahap:
1). Guru mengecek pengetahuan siswa tentang materi yang akan diajarkan
2). Guru menerangkan dan menyampaikan materi pelajaran di depan kelas dengan metode ceramah, di sini siswa mendengarkan apa yang disampaikan guru dan mencatat hal-hal
yang penting di buku tulis.
3). Guru memberikan contoh soal dan mengadakan tanya jawab pada siswa tentang materi.
4). Guru memberikan latihan soal atau memberi pekerjaan rumah.
5). Guru dan siswa secara bersama-sama membahas hasil pekerjaan siswa dan mengambil
kesimpulan.
6). Guru mengadakan evaluasi.
Melalui Quantum Learning siswa akan diajak belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya. Dengan model pembelajaran ini diharapkan dapat tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan belajar siswa. Dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi
ini akan berjalan baik apabila siswa banyak aktif dibandingkan guru.
Dalam model pembelajaran Quantum terdapat kerangka rancangan belajar yang disebut TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan). Dalam kerangka belajar ini mengandung makna bahwa dalam proses belajar yang menyenangkan dan
bermakna itu harus melalui tahapan yang dapat membawa siswa ke dalam suatu proses yangmampu membuat siswa mengalami sendiri apa yang ia pelajari. Sebisa mungkin membuat
proses pembelajaran itu lebih kontekstual agar pemahaman siswa terhadap pembelajaran bukan hanya hal yang bersifat abstrak saja dan siswa mampu menghasilkan sebuah produk
berupa pemahaman terhadap konsep-konsep pelajaran yang mampu ia terapkan dalam
kehidupan sehari-harinya.
Hal tersebut sejalan dengan sejalan dengan karakteristik pembelajaran sains yang mengutamakan unsur sikap, proses, produk dan juga penerapan. Dalam kerangka TANDUR
pada model pembelajaran Quantum mewakili pelaksanaan unsure-unsur pembelajaran sains
tersebut. Selain itu model pembelajaran Quantum juga mengikutsertakan bahwa pemberian motivasi, variasi lingkungan belajar, penggunaan alat bantu dan penggunaan musik dalam belajar serta ikatan emosional dalam pembelajaran juga sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Dalam pembelajaran sains siswa diharapkan mampu memiliki sikap yang baik serta mampu menjalani proses dan menghasilkan suatu produk yang mampu diterapkan dalam kehidupan, untuk mewujudkan hal tersebut penggubahan suasana dan lingkungan belajar sangat
perlu untuk menjaga agar motivasi belajar siswa terus tumbuh dan menetap. Jadi dengan menggunakan model pembelajaran Quantum dirasakan cukup efektif untuk diterapkan pada pembelajaran sains jika dilihat dari kecocokan komponen-komponen model pembelajaran
tersebut dengan karakteristik pembelajaran sains.
Contoh Skenario Model Quantum Learning
Kegiatan pendahuluan :
1. Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi pembelajaran IPA.
2. Memberi pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi dari pembelajaran IPA
Kegiatan inti :
1. Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
2. Memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstuktur.
3. Setelah peta konsep jadi, membeti tugas kepada siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi.
4.Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuatpeta konsep.
5. Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya selama siswa
menyusun peta konsep.
6. Wakil-wakil kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sementara itu kel
ompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan.
7. Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa
Kegiatan Penutup :
1. Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa
2. Postest.
3. Memberi kesempatan siswa untuk memberi masukan tentang cara pmbelajaran yang dilaku
kan guru sebagai evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Demikianlah pembahasan tentang efektifitas model pembelajaaran kuantum dalam pembelajaran sains dalam bacaan diatas penulis hanya menjelaskan tentang konsep pembelajaran kuantum sehingga untuk itu penulis ingin berdiskusi dengan pembaca tentang :
1. Jelaskan pengertian dari pembelajaran kuantum dalam pembelajaran sains !
2. Jelaskan kelebihan dari pembelajaran kuantum dalam pembelajaran sains !
3. Jelaskan kekurangan dari pembelajaran kuantum dalam pembelajaran sains !
menanggapi nomor dua
BalasHapuskelebihan model pembelajaran Quantum:
Pembelajaran berpanggal pada psikologi kognitif, bersifat humanistis,alamiah, konstruktivis, memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi, model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran, memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan mengutamakan keberagaman dan kebebasan.
Salam
Agung Laksono
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
Kekurangan model quantum.
1. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang
2. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
3. Banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
4. Model ini memerlukan keterampilan guru secara khusus
5. Memerlukan ketelitian dan kesabaran
Terima kasih
Menanggapi prtanyaan no 1. Pmbelajran kuantum adlah proses belajar yg dpat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat proses belajr yg menyenangkan. Yg melibtkan fakta, konsep dan proses penemuan yg bsa d trapkan dlm khidupan..
BalasHapusAssalamualaikum wr wb
BalasHapusSaya menanggapi pertanyaan no 2
kelebihan model quantum pada pembelajaran sains yaitu Proses pembelajaran sains menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyelesuaikan antar teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba melakukannya sendiri hal itu sesuai dengan pembelaran sains dan Menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa.
saya akan menanggapi pertanyaan sdri.Hikmah mengenai "Jelaskan kekurangan dari pembelajaran kuantum dalam pembelajaran sains !"
BalasHapus-menurut saya, kelebihan model quantum ini adalah
model ini membuat KBM lebih menyenangkan dan siswa pun merasa lebih rileks karena diiringi oleh musik klasik. selain itu model ini membuat siswa jadi lebih aktiv karena didalam model quantum ini siswa dituntut untuk bisa bekerja sama dalam team serta siswa diasah untuk bisa mempresentasikannya ke depan kelas. selain itu, model ini bisa membuat siswa tertarik untuk terus belajar karena didalam model ini diberikan perayaaan semacam pujian kepada siswa/i nya.
terima kasih.
Terima kasih postingannya
BalasHapusuntuk pertanyaan no 3
Kelemahan Model Quantum diantaranya :
1. Membutuhkan pengalaman yang nyata
2. Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
3. Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa
BalasHapusMenanggapi soal no 3.
saya sangat setuju sekali dengan saudari wella mengenai kekurangan model kuantum ini, saya ingin menambahkannya sedikit, yaitu
Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.