Pembelajaran Sains Abad 21
PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21
Saat ini kita telah memasuki abad
baru yaitu abad 21, dimana rentang waktunya antara tahun 2001-2100. Pada abad
21 ini telah banyak mengalami perubahan akibat adanya pengaruh globalisai yang
mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk didalamnya aspek pendidikan.
Dalam konteks nasional, antisipasi
garapan pendidikan nasional menghadapi kehidupan mendatang khususnya abad 21 ,
secara yuridis formal telah tersurat pada UU no 2 1989 tentang wajib belajar
dasar 9 tahun dan GBHN 1993. Berikut beberapa gagasan yang dapat diterapkan
dalam menghadapi abad 21, seperti yang disarankan Deliar Noer dan Iskandar
Alisyahbana(1988:376-389):
1. Pendidikan bukan hanya berurusan dengan transmisi
pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dengan prefensi lain. Itu berarti
bahwa pendidikan berhubungan erat dengan nilai-nilai, dan sebagian nilai itu
adalah berkenaan dengan nasionalisme.
2. Negara kita adalah Negara kepulauan. Secara potensial
sumber-sumber kita ada di darat dan di perairan. Kita bertanggung jawab untuk
melindungi sumber alam tersebut serta memanfaatkan nya sebaik-baiknya untuk
kemaslahatan bangsa.
3. Dimasa depan mungkin sekali ada perubahan dan fluktuasi yang
berarti dalam penyebaran penduduk. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sistem
pendidikan yang cukup luas yang mampu secara cepat menyesuaikan diri dengan
perubahan tersebut.
4. Dimasa
depan perlu memberi peranan yang seluas-luasnya kepada kaum wanita untuk
mendapatkan kesempatan dalam pendidikan.
5. Tuntutan
belajar seumur hidup (life long education) tampaknya harus mendapatkan
perhatian yang lebih memadai dimasa akan datang.
6. Pentingnya
media elektronik dalam penyebarluasan pendidikan, termasuk pengembangan sistem
belajar jarak jauh dan pemanfaatan komputer untuk pendidikan.
7. Publikasi
dan penelitian serta pengembangan pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar
bagi setiap masyarakat yang ingin maju.
Dalam menghadapi globalisasi abad 21
maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan mutu
pendidikan. Saat ini peningkatan mutu pendidikan Indonesia masih terus
diupayakan karena sangat diyakini bahwa IPA sebagai ilmu dasar memegang peranan
penting dalam pengembangan IPTEK. IPA (natural sains) adalah kumpulan
pengetahuan dan cara-cara mendapatkan pengetahuan mempergunakan pengetahuan.
Kurikulum 2013 disiapkan untuk
mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu
kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Pergeseran
paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad 21 menjadi pijakan di
dalam pengembangan kurikulum 2013. Menyongsong pemberlakuan kurikulum 2013
semakin mempertegas peran pendidikan nasional. Sebagai salah satu sektor
pembangunan nasional dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, mempunyai visi
terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa
untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia
yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang
selalu berubah. Oleh karena itu, pendidikan nasional harus berfungsi secara
optimal sebagai wahana utama dalam pembangunan bangsa dan karakter. Hal itu
juga dijadikan acuan dalam pembelajaran IPA.
Pembelajaran IPA yang didasarkan
pada standar isi akan membentuk siswa yang memiliki bekal ilmu pengetahuan (have
a body of knowledge), standar proses akan membentuk siswa yang memiliki
keterampilan ilmiah (scientific skills), keterampilan berpikir (thinking
skills) dan strategi berpikir (strategy of thinking); standar
inkuiri ilmiah akan membentuk siswa yang mampu berpikir kritis dan kreatif (critical
and creative thinking); standar asesmen mengevaluasi siswa secara manusiawi
artinya sesuai apa yang dialami siswa dalam pembelajaran (authentic
assessment). Penerapan standar-standar dalam pembelajaran IPA khususnya
empat standar tersebut akan memberikan soft skill berupa karakter siswa,
untuk itu sangat diperlukan pembelajaran IPA yang menerapkan standar-standar
guna membangun karakter siswa. Siswa yang berkarakter dapat dicirikan apabila
siswa memiliki kemampuan mengintegrasikan pengetahuan,
keterampilan-keterampilan dan sikap dalam usaha untuk memahami lingkungan.
Pengembangan kurikulum 2013 dapat
menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan
pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan
dan ilmu pengetahuan abad 21, memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun
model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013. Dalam
kurikulum 2013 ini, mata pelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama,
mata pelajaran IPA dikemas secara terintegrasi pada keilmuan IPA, terintegrasi
dengan pembentukan karakter. Perubahan pendidikan dan mindset para guru harus
didasarkan pada kecakapan/keterampilan apa saja yang nantinya dibutuhkan oleh
para siswa di 21st century ini untuk dapat mencapai partisipasi penuh di
masyarakat.
Pengembangan kurikulum 2013
merupakan penyempurnaan dari KBK dan KTSP. Karakteristik kurikulum 2013
dijelaskan melalui table berikut.
|
No
|
KBK
|
KTSP
|
Kurikulum 2013
|
|
1.
|
Standar Kopetensi lulusan
diturunkan dari standar isi
|
Standar kompetensi lulusan
diturunkan dari kebutuhan
|
|
|
2.
|
Standar isi dirumuskan berdasarkan
tujuan mata pelajaran (standar kompetensi lulusan mata pelajaran) yang
dirinci menjadi standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
|
Standar isi diturunkan dari
standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran
|
|
|
3.
|
Pemisahan antara mata pelajaran
pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan.
|
Semua mata pelajaran harus berkontribusi
terhadap pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan
|
|
|
5
|
Kompetensi diturunkan dari mata
pelajaran
|
Mata pelajaran diturunkan dari
kompetensi yang diharapkan
|
|
|
6.
|
Mata pelajaran lepas satu dengan
yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran yang terpisah.
|
Semua mata pelajaran diikat oleh
kompetensi inti tiap kelas.
|
|
Sumber : Mendikbud 2013.
Pembelajaran IPA di era abad 21 sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah
(scientific inquiri) dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered
learning) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif (creative thingking) dan
berpikir kritis (critical thingking), mampu memecahkan masalah, melatih
kemampuan inovasi dan menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi.
Keterampilan berpikir yang dikembangkan sebaiknya sudah menjangkau keterampilan
berpikir tingkat tinggi (high order thingking skill) yang jika dijangkau dengan
ranah kognitif pada taksonomi bloom berada pada level analisis, sintesis,
evaluasi dan kreasi. Sehingga pembelajaran harus sesuai dengan karakter dan
domain IPA yang meliputi domain konsep, proses, kreativitas, sikap atau tingkah
laku dan aplikasi sesuai dengan yang dikemukakan oleh yager (1996:3-4).
Dari yang telah dipaparkan diatas kita ketahui globalisasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan
termasuk diantaranya bidang pendidikan, menurut anda perubahan apa saja yang
terjadi dalam bidang pendidikan tersebut!
Sebagai
seseorang yang bergerak dibidang pendidikan sudah seharusnya kita memberikan
sumbangsi dibidang pendidikan, bagaimana cara yang harus dilakukan dalam
menghadapi globalisasi abad 21 untuk meningkatkan mutu pendidikan kita saat ini!
Dari perubahan-perubahan yang terjadi pada abad 21 dibidang
pendidikan apa dampak yang dirasakan oleh anak didik dimana yang kita ketahui
pembelajaran sains abad 21 ini berpusat kepada siswa (student centered learning)!
http://nurmiariseprihatin.blogspot.co.id/2015/08/pembelajaran-sains-abad-21.html
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan saudari hikmah yaitu perubahan apasaja yang terjadi dalam pendidikan di abad 21.biasa nya sumber belajar berasal dari guru dan buku tetapi sekarang peran internet yang dapat digunakan sebagai bahan pengumpul informasi belajar bagi siswa. Sehingga sumber belajar tidak hanya diperoleh dari buku atau guru, namun sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai belahan dunia. Selain itu penggunaan multimedia portable seperti laptop semakin sering dijumpai dalam praktik penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa IPTEK dapat menunjang terselenggaranya pendidikan terutamanya di Indonesia agar lebih berkualitas dan berkembang.kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya sangat berdampak bagi keberadaan aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan.Apaila pendidikan dilakukan dilaksanakan secara berkualitas dan mengikuti perkembangan arus globalisasi maka akan menghasilkan lulusan yang siap kerja seuai dengan keahliannya, termasuk dihasilkannya tenaga pendidik yang pofesional dan berstandar internasional.
Terima kasih
Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 3 , menurut yang saya amati, yang siswa rasakan mereka lebih leluasa menggali informasi dri berbagai Sumber terutama internet, mereka bisa lebih memiliki wawasan yang luas akan suatu pengetahuan, mereka lebih bebas mengemukakan pendapat, tetapi bagi anak yang manja 'maunya disuapin' akan merasa tidak suka dengan sistem pembelajaran abad 21 ini, mereka tidak mau mencari dan terkesan mengikut saja apa kata kelompoknya
BalasHapuscara yang harus dilakukan dalam menghadapi globalisasi abad 21 untuk meningkatkan mutu pendidikan kita saat ini!
BalasHapusUntuk menciptakan situasi yang diharapkan pada pernyataan diatas seoarang guru harus mempunyai syarat-syarat apa yang diperlukan dalam mengajar dan membangun pembelajaran siswa agar efektif dikelas, saling bekerjasama dalam belajar sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan saling menghargai (demokratis) , diantaranya :
Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar, variasi metode mengakibatkan penyajian bahan lebih menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, sehingga kelas menjadi hidup, metode pelajaran yang selalu sama(monoton) akan membosankan siswa.
Menumbuhkan motivasi, hal ini sangat berperan pada kemajuan , perkembangan siswa,. Selanjutnya melalui proses belajar, bila motivasi guru tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar, dengan tujuan yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekum, giat dan lebih bersemangat.(Slamet ,1987 :92)
ini lah inti dari pembelajaran di abad 21.
Menyikapi pertanyaan no dua.?
BalasHapusharus banyak belajar baik itu dari internet atau sumber2 lain dan harus menyipkan skill.
Menanggapi soal no 1. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, dari sebelumnya menuju abad 21 ini. Salah satunya yaitu dalam penggunaan teknologi pada proses pembelajaran. Dunia pendidikan secara dinamis akan selalu mengalami perubahan yang berimbas pada tuntutan perubahan pada pembelajaran dan sumber daya manusia yang terlibat didalamnya. Pembelajaran abad 21 sendiri identik dengan kemajuan teknologinya, dimana teknologi menjadi bagian yang integral dengan kehidupan pelajar. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi prioritas dalam daftar kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk berhasil dalam pembelajaran abad 21
BalasHapus